<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>keperawatan.net &#187; teori keperawatan</title>
	<atom:link href="http://www.keperawatan.net/tag/teori-keperawatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.keperawatan.net</link>
	<description>Jaringan Keperawatan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 00:10:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Ringkasan Teori-Teori Keperawatan</title>
		<link>http://www.keperawatan.net/ringkasan-teori-teori-keperawatan/</link>
		<comments>http://www.keperawatan.net/ringkasan-teori-teori-keperawatan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 May 2010 09:45:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>keperawatan.net</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliah Keperawatan]]></category>
		<category><![CDATA[teori keperawatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keperawatan.net/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Profesi keperawatan adalah profesi yang unik dan kompleks. Dalam melaksanakan prakteknya, perawat harus mengacu pada model konsep dan teori keperawatan yang sudah dimunculkan. Konsep adalah suatu ide dimana terdapat suatu kesan yang abstrak yang dapat diorganisir dengan smbol-simbol yang nyata, sedangkan konsep keperawatan merupakan ide untuk menyusun suatu kerangka konseptual atau model keperawatan. Teori adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><a href="http://www.keperawatan.net" target="_blank"> Profesi keperawatan</a> adalah profesi yang unik dan  kompleks. Dalam melaksanakan prakteknya, perawat harus mengacu pada   model konsep dan teori keperawatan yang sudah dimunculkan. Konsep adalah  suatu ide dimana terdapat suatu kesan yang abstrak yang dapat  diorganisir dengan smbol-simbol yang nyata, sedangkan konsep keperawatan  merupakan ide untuk menyusun suatu kerangka konseptual atau model  keperawatan.</p>
<p style="text-align: justify">Teori  adalah sekelompok konsep yang membentuk sebuah pola yang nyata atau  suatu pernyataan yang menjelaskan suatu proses, peristiwa atau kejadian  yang didasari fakta-fakta yang telah di observasi tetapi kurang absolut  atau bukti secara langsung.</p>
<p style="text-align: justify">Yang  dimaksud teori keperawatan adalah usaha-usaha untuk menguraikan atau  menjelaskan fenomena mengenai keperawatan. Teori keperawatan digunakan  sebagai dasar dalam menyusun suatu model konsep dalam keperawatan,dan  model konsep keperawatan digunakan dalam menentukan model praktek  keperawatan.</p>
<p style="text-align: justify">Berikut  ini adalah ringkasan beberapa teori keperawatan yang perlu diketahui  oleh para perawat profesional sehingga mampu mengaplikasikan praktek  keperawatan yang didasarkan pada keyakinan dan nilai dasar keperawatan : <span id="more-12"></span></p>
<p style="text-align: justify">Penyusun  Teori: <strong>Nightingale (1860)</strong><br />
Tujuan Keperawatan: Untuk memfasilitasi “proses penyembuhan tubuh”  dengan memanipulasi lingkungan klien (Torres, 1986)<br />
Kerangka Kerja Praktik: Lingkungan klien dimanipulasi untuk mendapatkan  ketenangan, nutrisi, kebersihan, cahaya, kenyamanan, sosialiasi, dan  harapan yang sesuai</p>
<p style="text-align: justify">Penyusun Teori: <strong>Peplau (1952)</strong><br />
Tujuan Keperawatan: Untuk mengembangkan interaksi antara perawat dan  klien<br />
Kerangka Kerja Praktik: Keperawatan adalah proses yang penting,  terapeutik, dan interpersonal (1952) Keperawatan berpartisipasi dalam  menyusun struktur sistem asuhan kesehatan untuk memfasilitasi kondisi  yang alami dari kecenderungan manusia untuk mengembangkan hubungan  interpersonal (Marriner-Torney, 1994)</p>
<p style="text-align: justify">Penyusun Teori: <strong>Henderson (1955)</strong><br />
Tujuan Keperawatan: Untuk bekerja secara mandiri dengan tenaga pemberi  pelayanan kesehatan (Marriner-Torney, 1994), membantu klien untuk  mendapatkan kembali kemandiriannya secepat mungkin<br />
Kerangka Kerja Praktik: Praktik keperawatan membentuk klien untuk  melakukan 14 kebutuhan dasar Henderson (Henderson, 1966)</p>
<p style="text-align: justify">Penyusun Teori: <strong>Abdellah (1960)</strong><br />
Tujuan Keperawatan: Untuk memberikan kepada individu, keluarga, dan  masyarakat. Untuk menjadi perawat yang baik dan berpengertian, juga  mempunyai kemampuan intelegensia yang tinggi, kompeten dan memiliki  keterampilan yang baik dalam memberikan pelayanan keperawatan  (Marriner-Torney, 1994)<br />
Kerangka Kerja Praktik: Teori ini melingkupi 21 masalah keperawatan  Abdellah (Abdellah et al 1960)</p>
<p style="text-align: justify">Penyusun Teori: <strong>Orlando (1961)</strong><br />
Tujuan Keperawatan: Untuk berespons terhadap perilaku klien dalam  memenuhi kebutuhan klien dengan segera. Untuk berinteraksi dengan klien  untuk memenuhi kebutuhan klien secepat mungkin dengan mengidentifikasi  perilaku klien, reaksi perawat, dan tindakan keperawatan yang dilakukan  (Tores, 1986; Chinn dan Jacobs, 1995)<br />
Kerangka Kerja Praktik: Tiga elemen seperti perilaku klien, reaksi  perawat, dan tindakan perawat membentuk situasi keperawatan (Orlando,  1961)</p>
<p style="text-align: justify">Penyusun Teori: <strong>Hall (1962)</strong><br />
Tujuan Keperawatan: Untuk memberikan asuhan dan kenyamanan bagi klien  selama proses penyakit (Torres, 1986)<br />
Kerangka Kerja Praktik: Seorang klien dibentuk oleh bagian-bagian  berikut yang saling tumpang-tindih, yaitu: manusia (inti), status  patologis, dan pengobatan (penyembuhan) dan tubuh (perawatan). Perawat  sebagai pemberi perawatan (Mariner-Torney, 1994; Chinn dan Jacobs, 1995)</p>
<p style="text-align: justify">Penyusun Teori: <strong>Wiedenbach (1964)</strong><br />
Tujuan Keperawatan: Untuk membantu individual dalam mengatasi masalah  yang berkaitan dengan kemampuan untuk memenuhi tekanan atau kebutuhan  yang dihasil dari suatu kondisi, lingkungan, situasi atau waktu (Torres,  1986)<br />
Kerangka Kerja Praktik: Praktik keperawatan berhubungan dengan individu  yang memerlukan bantuan karena stimulasi perilaku. Keperawatan klinik  memiliki komponen seperti filosofi, tujuan, praktik, dan seni (Chinn dan  Jacobs, 1995)</p>
<p style="text-align: justify">Penyusun Teori: <strong>Levine (1966)</strong><br />
Tujuan Keperawatan: Untuk melakukan konversi kegiatan yang ditujukan  untuk menggunakan sumber daya yang dimiliki klien secara optimal<br />
Kerangka Kerja Praktik: Model adaptasi manusia ini sebagai bagian dari  satu kesatuan yang utuh didasari oleh “empat prinsip konservasi  keperawatan” (Levine, 1973)</p>
<p style="text-align: justify">Penyusun Teori: <strong>Johnson (1968)</strong><br />
Tujuan Keperawatan: Untuk mengurangi stress sehingga klien dapat  bergerak lebih mudah melewati proses penyembuhan<br />
Kerangka Kerja Praktik: Kerangka dari kebutuhan dasar ini berfokus pada  tujuh kategori perilaku. Tujuan individu adalah untuk mencapai  keseimbangan perilaku dan kondisi yang stabil melalui penyelarasan dan  adaptasi terhadap tekanan tertentu (Johnson, 1980; Torres, 1986)</p>
<p style="text-align: justify">Penyusun Teori: <strong>Rogers (1970)</strong><br />
Tujuan Keperawatan: Untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan,  mencegah kesakitan, dan merawat serta merehabilitasi klien yang sakit  dan tidak mampu dengan pendekatan humanistik keperawatan (Rogers, 1979)<br />
Kerangka Kerja Praktik: “Manusia utuh” meliputi proses sepanjang hidup.  Klien secara terus menerus berubah dan menyelaraskan dengan  lingkungannya</p>
<p style="text-align: justify">Penyusun Teori: <strong>Orem (1971)</strong><br />
Tujuan Keperawatan: Untuk merawat dan membantu klien mencapai perawatan  diri secara total<br />
Kerangka Kerja Praktik: Teori ini merupakan teori kurangnya perawatan  diri sendiri. Asuhan keperawatan menjadi penting ketika klien tidak  mampu memenuhi kebutuhan biologis, psikologis, perkembangan, dan sosial  (Orem , 1985)</p>
<p style="text-align: justify">Penyusun Teori: <strong>King (1971)</strong><br />
Tujuan Keperawatan: Untuk memanfaatkan komunikasi dalam membantu klien  mencapai kembali adaptasi secara positif terhadap lingkungan<br />
Kerangka Kerja Praktik: Proses keperawatan didefinisikan sebagai proses  interpersonal yang dinamis antara perawat, klien dan sistem pelayanan  kesehatan</p>
<p style="text-align: justify">Penyusun Teori: <strong>Travelbee (1971)</strong><br />
Tujuan Keperawatan: Untuk membantu individu atau keluarga untuk mencegah  atau mengembangkan koping terhadap penyakit yang dideritanya,  mendapatkan kembali kesehatannya, menemukan arti dari penyakit atau  mempertahankan status kesehatan maksimalnya (Marriner-Torney, 1994)<br />
Kerangka Kerja Praktik: Proses interpersonal dipandang sebagai hubungan  manusia dengan  manusia yang terbentuk selama sakit dan selama  “mengalami penderitaan”</p>
<p style="text-align: justify">Penyusun Teori: <strong>Neuman (1972)</strong><br />
Tujuan Keperawatan: Untuk membantu individu, keluarga, dan kelompok  untuk mendapatkan dan mempertahankan tingkat kesehatan maksimalnya  melalui intervensi tertentu<br />
Kerangka Kerja Praktik: Penurunan stress adalah salah satu tujuan dari  sistem model praktik keperawatan (Torres, 1986). Tindakan keperawatan  meliputi tindakan preventif tingkat primer, sekunder, atau tersier</p>
<p style="text-align: justify">Penyusun Teori: <strong>Patterson dan Zderad (1976)</strong><br />
Tujuan Keperawatan: Untuk berespons terhadap kebutuhan manusia dan dan  membangun ilmu “keperawatan yang humanistik” (Patterson dan Zderad,  1976; Chinn dan Jacobs, 1995)<br />
Kerangka Kerja Praktik: Keperawatan humanistik memerlukan partisipasi  untuk memahami “keunikan” dan “kesamaan” dengan yang lain (Chinn dan  Jacobs, 1995)</p>
<p style="text-align: justify">Penyusun Teori: <strong>Leininger (1978)</strong><br />
Tujuan Keperawatan: Untuk memberikan perawatan yang konsisten dengan  ilmu dan pengetahuan keperawatan dengan caring sebagai fokus sentral  (Chinn dan Jacobs, 1995)<br />
Kerangka Kerja Praktik: Dengan teori transkultural ini, caring merupakan  sentral dan menggabungkan pengetahuan dan praktik keperawatan  (Leininger, 1980)</p>
<p style="text-align: justify">Penyusun Teori: <strong>Roy (1979)</strong><br />
Tujuan Keperawatan: Untuk mengidentifikasi tipe kebutuhan klien,  mengkaji kemampuan adaptasi terhadap kebutuhan dan membantu klien  beradaptasi<br />
Kerangka Kerja Praktik: Model adaptasi ini didasari oleh model adaptasi  fisiologis, psikologis, sosiologis, serta ketergantungan dan kemandirian  (Roy, 1980)</p>
<p style="text-align: justify">Penyusun Teori: <strong>Watson (1979)</strong><br />
Tujuan Keperawatan: Untuk meningkatkan kesehatan, mengembangkan klien  pada kondisi sehatnya, dan mencegah kesakitan (Marriner-Torney, 1994)<br />
Kerangka Kerja Praktik: Teori ini mencakup filosofi dan ilmu tentang  caring; caring merupakan proses interpersonal yang terdiri dari  intervensi yang menghasilkan pemenuhan kebutuhan manusia (Torres, 1986)</p>
<p style="text-align: justify">Penyusun Teori: <strong>Parse (1981)</strong><br />
Tujuan Keperawatan: Untuk memfokuskan pada manusia sebagai suatu unit  yang hidup dan kualitas partisipasi manusia terhadap pengalaman sehat  (Parse, 1990) (Nursing as science and art [Marriner-Torney, 1994])<br />
Kerangka Kerja Praktik: Manusia secara terus menerus berinteraksi dengan  lingkungan dan berpartisipasi dalam upaya mempertahankan kesehatannya  (Marriner-Torney, 1994). Sehat adalah suatu kontinu, proses yang terbuka  bukan sekedar status sehat atau hilangnya penyakit (Parse, 1990;  Marriner-Torney, 1994; Chinn dan Jacobs, 1995)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.keperawatan.net/ringkasan-teori-teori-keperawatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
