<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>keperawatan.net &#187; nursepreneur</title>
	<atom:link href="http://www.keperawatan.net/tag/nursepreneur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.keperawatan.net</link>
	<description>Jaringan Keperawatan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 00:10:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>5 Alasan Perawat Tidak (Berani) Menjadi Pengusaha (Nursepreneur)</title>
		<link>http://www.keperawatan.net/5-alasan-perawat-tidak-berani-menjadi-pengusaha-nursepreneur/</link>
		<comments>http://www.keperawatan.net/5-alasan-perawat-tidak-berani-menjadi-pengusaha-nursepreneur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 23:41:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>keperawatan.net</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tren Isu Keperawatan]]></category>
		<category><![CDATA[nursepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[perawat pengusaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.keperawatan.net/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[Isu tentang perawat pengusaha (Nursepreneur) telah meluas ke seluruh penjuru dunia. Namun belum di Indonesia. Belum banyak perawat Indonesia yang terjun dalam dunia Nursepreneur. Hal ini bisa jadi karena konsep Nursepreneur belum begitu dikenal di Indonesia. Namun paling tidak, ada 5 Alasan Perawat Tidak (Berani) Menjadi Pengusaha (Nursepreneur), yaitu : Alasan #1 &#8211; Tidak Yakin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Isu tentang <a href="http://www.keperawatan.net/5-langkah-perawat-menjadi-nursepreneur-perawat-pengusaha/">perawat pengusaha (Nursepreneur)</a> telah meluas ke seluruh penjuru dunia. Namun belum di Indonesia. Belum banyak perawat Indonesia yang terjun dalam dunia Nursepreneur. Hal ini bisa jadi karena konsep Nursepreneur belum begitu dikenal di Indonesia. Namun paling tidak, ada <strong><a href="http://www.keperawatan.net/5-alasan-perawat-tidak-berani-menjadi-pengusaha-nursepreneur/">5 Alasan Perawat Tidak (Berani) Menjadi Pengusaha (Nursepreneur)</a></strong>, yaitu : <span id="more-215"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Alasan #1 &#8211; Tidak Yakin Dengan Dirinya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Perawat tidak (berani) menjadi pengusaha karena dirinya tidak yakin bisa menjadi pengusaha. Padahal keyakinan adalah pondasi utama untuk perawat bisa mencapai apapun. Tanpa keyakinan yang positif, perawat tidak akan bisa menjadi Nursepreneur (perawat pengusaha).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Solusi #1 &#8211; Miliki Keyakinan Yang Positif Bahwa Anda Bisa Menjadi Perawat Pengusaha (Nursepreneur)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Alasan #2 &#8211; Takut Menghadapi Kegagalan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dunia usaha identik dengan pengambilan resiko. Perawat tidak (berani) menjadi pengusaha karena bisa jadi takut gagal. Gagal memang membuat tidak nyaman, namun kita harus sadari bahwa kegagalan itu penting.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Solusi #2 &#8211; Berani Menghadapi Kegagalan</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Alasan #3 &#8211; Tidak Tahu Usaha Apa Yang Ingin Dijalankan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Berbisnis apa <em>ya</em>? Mungkin pertanyaan ini yang menjadi pertanyaan banyak orang ketika mau mulai berbisnis. Banyak peluang bisnis disekitar perawat, yang kita perlukan hanya kepekaan untuk melihat dan menangkap peluang tersebut. Mendirikan Home Care Service, mendirikan Pusat Pendidikan Dan Pelatihan Keperawatan, layanan daur ulang sampah medis, menjadi supplier Nursing Kit, dan masih banyak lagi peluang lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Solusi #3 &#8211; Latih Kepekaan Untuk Melihat Peluang Bisnis Disekitar Anda</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Alasan # 4 &#8211; Tidak Mau Berpindah Dari Zona Nyaman</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Resiko menjadi stresor yang cukup ditakuti oleh kebanyakan perawat. Mereka tidak mau kenyamanannya terganggu jika mereka menjadi perawat pengusaha. Padahal, salah satu kunci sukses adalah berani meninggalkan zona nyaman kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Solusi #4 &#8211; Siapkan Diri Untuk Keluar Dari Zona Nyaman</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Alasan #5 &#8211; Trauma Karena Pernah Mengalami Kegagalan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ada yang mengatakan kegagalan itu menyakitkan. Banyak perawat yang tidak berani menjadi pengusaha karena pernah mencoba, namun gagal. Tidak perlu berdebat, Thomas Alfa Edison harus gagal 9.999 untuk menemukan bola lampu, lalu mengapa anda harus menyerah ketika baru sekali mencoba.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Solusi #5 &#8211; Gagal Itu Penting Untuk Sukses!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ke-5 alasan itu yang paling tidak ada dalam diri perawat, walaupun masih banyak faktor lain yang berpengaruh. Namun satu kalimat yang perlu perawat teriakkan bersama,</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Menjadi Perawat Pengusaha (Nursepreneur)? Ayo Saja!</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.keperawatan.net/5-alasan-perawat-tidak-berani-menjadi-pengusaha-nursepreneur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Langkah Perawat Menjadi Nursepreneur (Perawat Pengusaha)</title>
		<link>http://www.keperawatan.net/5-langkah-perawat-menjadi-nursepreneur-perawat-pengusaha/</link>
		<comments>http://www.keperawatan.net/5-langkah-perawat-menjadi-nursepreneur-perawat-pengusaha/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 May 2010 10:19:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>keperawatan.net</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tren Isu Keperawatan]]></category>
		<category><![CDATA[nursepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[perawat pengusaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keperawatan.net/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Isu kesejahteraan perawat saat ini masih gencar dihembuskan selain isu profesionalisme. Kesejahteraan perawat yang berbanding lurus dengan gaji perawat konon berbanding terbalik dengan beban kerja perawat. Mengharapkan pemerintah untuk melihat hal itu, rasanya tidak mungkin – tampak pada ketidakjelasan RUU Keperawatan – karena saat ini perawat di Indonesia masih belum memiliki bargaining position di mata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Isu  kesejahteraan perawat saat ini masih gencar dihembuskan selain isu  profesionalisme. Kesejahteraan perawat yang berbanding lurus dengan gaji  perawat konon berbanding terbalik dengan beban kerja perawat.  Mengharapkan pemerintah untuk melihat hal itu, rasanya tidak mungkin –<strong> tampak pada ketidakjelasan RUU Keperawatan</strong> – karena saat ini  perawat di Indonesia masih belum memiliki <em>bargaining position</em> di  mata pemerintah.</p>
<p style="text-align: justify">Salah  satu solusi yang bisa diambil untuk mem-<em>backup </em>kesejahteraan  perawat tanpa perlu menggantungkan pada gaji dari pemerintah – bagi  perawat yang bekerja sebagai PNS – adalah dengan menjadi <strong><a href="http://www.keperawatan.net/nursepreneur-jalan-tepat-atasi-masalah-kesejahteraan-perawat/">NURSEPRENEUR</a> </strong>(Perawat Pengusaha). Konsep <strong>NURSEPRENEUR</strong> sudah lama muncul  dalam dunia keperawatan. Namun, di Indonesia konsep ini belum begitu  familiar.  <span id="more-56"></span></p>
<p style="text-align: justify"><strong>NURSEPRENEUR </strong>(Perawat Pengusaha) berasal dari kata<em> Nurse</em> dan <em>Entrepreneur </em>yang jika diartikan secara harfiah adalah perawat pengusaha atau  perawat pebisnis.</p>
<p style="text-align: justify">Ada  satu hal yang sangat menarik dari konsep <strong>NURSEPRENEUR</strong> ini, yaitu  untuk menjadi perawat pengusaha atau perawat pebisnis kita hanya perlu 5  langkah. Uniknya 5 langkah ini sangat sering dilakukan oleh perawat. 5  langkah itu adalah bagian dari <strong>PROSES KEPERAWATAN </strong>yang terdiri  dari pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Jika  dikaitkan dengan <strong>NURSEPRENEUR</strong>, proses keperawatan itu akan  menjadi 5 langkah awal untuk menjadi perawat pengusaha atau perawat  pebisnis, yaitu :</p>
<p style="text-align: justify"><strong>PENGKAJIAN</strong><br />
Langkah pertama untuk memulai berbisnis adalah kita melakukan  pengkajian. Masalah adalah hal pertama yang kita ingin dapatkan dari  proses pengkajian. Maka untuk memulai bisnis, kita harus mengetahui  masalah apa yang terjadi. Saat ini yang paling berkuasa dalam dunia  bisnis adalah pasar (market). Maka pengkajian yang kita lakukan untuk  memulai berbisnis adalah mengkaji kebutuhan pasar. Pasar memerlukan apa?  Ada masalah apa?</p>
<p style="text-align: justify"><strong>DIAGNOSA</strong><br />
Langkah kedua setelah melakukan pengkajian adalah menetapkan diagnosa.  Dalam dunia bisnis, setelah kita mengetahui kebutuhan pasar maka yang  selanjutnya dilakukan adalah memetakan potensi yang bisa kita masuki  untuk menjawab kebutuhan pasar. Pemetaan potensi itu dalam langkah ini  adalah tahap diagnosa.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>PERENCANAAN</strong><br />
Setelah kita mengetahui potensi pasar yang bisa kita masuki, maka  langkah selanjutya adalah menyusun rencana untuk bisa masuk kedalam  pasar yang sesungguhnya. Tahap perencaan ini merupakan tahap ketika kita  harus memiliki konsep usaha yang jelas dan detail. Apa yang kita jual?  Apa yang kita berikan kepada konsumen? Apa solusi yang bisa dilakukan  untuk menjawab kebutuhan pasar?</p>
<p style="text-align: justify"><strong>IMPLEMENTASI</strong><br />
Langkah ini adalah tahap bagi kita untuk <em>take action</em>. Konsep  usaha yang jelas harus diwujudkan dalam bentuk nyata. Tahap ini  merupakan tahap yang paling inti dalam proses berbisnis dan tentu saja  merupakan tahap yang paling sulit. Semua orang bisa punya ide, namun  tidak semua orang berani <em>take action</em>.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>EVALUASI</strong><br />
Dalam sistem apapun, evaluasi merupakan bagian penting dan tidak boleh  terlupakan. Dari evaluasi ini, kita bisa mengetahui apakah implementasi  yang kita lakukan berhasil atau tidak. Sama dalam dunia bisnis, evaluasi  akan memberikan gambaran kepada kita apakah konsep yang sudah kita  jalankan berhasil atau tidak. Jika berhasil, maka kita bisa lakukan  peningkatan, namun jika tidak, perubahan rencana dan strategi bisa  dilakukan.</p>
<p style="text-align: justify">5  langkah diatas merupakan gambaran umum dan sederhana untuk memulai  menjadi <strong>NURSEPRENEUR</strong>. Silahkan simak terus langkah-langkah lebih  detailnya di <a href="http://www.keperawatan.net">www.keperawatan.net</a>.</p>
<p style="text-align: justify">Menjadi  <strong>NURSEPRENEUR</strong>, siapa takut?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.keperawatan.net/5-langkah-perawat-menjadi-nursepreneur-perawat-pengusaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nursepreneur, Jalan Tepat Atasi Masalah Kesejahteraan Perawat</title>
		<link>http://www.keperawatan.net/nursepreneur-jalan-tepat-atasi-masalah-kesejahteraan-perawat/</link>
		<comments>http://www.keperawatan.net/nursepreneur-jalan-tepat-atasi-masalah-kesejahteraan-perawat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 May 2010 10:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>keperawatan.net</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tren Isu Keperawatan]]></category>
		<category><![CDATA[nursepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[perawat pengusaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://keperawatan.net/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Ada satu cerita yang sangat menarik (terlepas dari benar tidaknya cerita ini, paling tidak kita bisa ambil sebuah pelajaran) tentang seorang perawat. Perawat itu seorang wanita. Dia memiliki dua orang anak, yang paling besar kelas 1 SMP dan yang kecil kelas 5 SD. Sebagaimana tugas seorang perawat, maka dia harus berangkat ke rumah sakit, kadang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Ada  satu cerita yang sangat menarik (terlepas dari benar tidaknya cerita  ini, paling tidak kita bisa ambil sebuah pelajaran) tentang seorang <a href="http://www.keperawatan.net">perawat</a>.</p>
<p style="text-align: justify">Perawat  itu seorang wanita. Dia memiliki dua orang anak, yang paling besar  kelas 1 SMP dan yang kecil kelas 5 SD. Sebagaimana tugas seorang  perawat, maka dia harus berangkat ke rumah sakit, kadang pagi-pagi  sekali dan tidak jarang pula berangkat malam hari. Nah&#8230;Satu kali dia  memberikan <a href="http://www.keperawatan.net">asuhan keperawatan</a> kepada  pasien dengan gangguan keseimbangan nutrisi, dan karena dia adalah  perawat yang terampil, maka asuhan yang diberikannya sangat memuaskan  klien. <span id="more-29"></span></p>
<p style="text-align: justify">Tapi satu hal  yang membuat miris, ternyata di rumahnya kedua orang anaknya mengalami  kekurangan gizi. Mereka (dalam masa tumbuh kembang) tidak bisa  mendapatkan gizi sesuai dengan usia mereka. Kenapa <em>koq </em>bisa  terjadi seperti itu? Apakah ibunya tidak tahu tentang bagaimana  memberikan gizi yang baik untuk anak dalam masa tumbuh kembang? (tidak!  Bahkan askep gizinya sempat membuat pasien puas). Selidik punya selidik,  ternyata gajinya sebagai perawat di rumah sakit tidak cukup untuk  memenuhi semua kebutuhannya termasuk memberikan gizi yang baik kepada  anaknya.</p>
<p style="text-align: justify">Apa   yang bisa kita ambil dari cerita ini?</p>
<p style="text-align: justify">Ada  beberapa hal yang bisa digaris bawahi dari cerita ini, diantaranya  adalah apa benar gaji perawat itu kecil? Kalau memang benar, mengapa  perawat mau digaji kecil, padahal tugasnya banyak dan berat? Ini sebagai  bahan evaluasi bagi kita, bagi organisasi profesi, dan tentunya bagi  pemerintah. Sudahkah mereka memperhatikan kesejahteraan perawat? Maka <a href="http://www.keperawatan.net"><strong>RUU  Keperawatan</strong></a> jawabannya!</p>
<p style="text-align: justify">Hal  lain yang bisa kita ambil dari cerita ini adalah sudahkah perawat  memperhatikan kesejahteraan dirinya? Jika memang tahu gajinya kecil,  mengapa tidak berusaha untuk mencari tambahan pendapatan yang lain?</p>
<p style="text-align: justify">Untuk  menjawab ini sebenarnya cukup sederhana. Perawat itu <em>kan</em> perannya  tidak hanya satu (<em>care giver</em> &#8216;pemberi pelayanan&#8217; ) saja, mengapa  peran-peran lain tidak dimanfaatkan. Perawat bisa menjadi peneliti,  pendidik, penulis, dan bahkan menjadi <em>marketer</em> ataupun pengusaha.</p>
<p style="text-align: justify">Nah&#8230;Sekarang  kita akan fokus pada bagaimana perawat bisa menjadi <a href="http://www.keperawatan.net">Nursepreneur</a> (perawat pengusaha).</p>
<p style="text-align: justify">Sebuah  ungkapan yang pernah disampaikan oleh salah seorang guru entrepreneur  Indonesia, <strong>Valentino Dinsi,</strong> yang digambarkan dalam bukunya, yaitu  <strong>&#8220;Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian!&#8221;</strong> yang jika  dianalogikan menjadi<strong> &#8220;Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Perawat Gajian!&#8221;</strong>.  Artinya apa? Sudah saatnya perawat menghilangkan mental-mental pegawai  dalam dirinya, karena hal ini selain membuatnya tidak terlalu &#8216;semangat&#8217;  memberikan layanan yang terbaik (<em>service excellent</em>), &#8220;kerja baik  atau <em>nggak</em>, <em>toh </em>saya tetap terima gaji tiap bulan!&#8221;, juga  membuat kesejahteraannya terganggu (tidak semua, namun kebanyakan  demikian).</p>
<p style="text-align: justify">Maka  solusinya, ya jadi <strong>Nursepreneur </strong>(perawat pengusaha). Caranya  bagaimana? Banyak sekali <em>resources</em> yang bisa kita gunakan  terutama di internet untuk belajar menjadi perawat pengusaha. Anda bisa  belajar bersama <strong>LeaRae Keyes, RN</strong> di <a href="http://www.nurse-entrepreneur-network.com/" target="_blank">http://www.nurse-entrepreneur-network.com</a>,  dan tentu saja di <a href="http://www.keperawatan.net">http://www.keperawatan.net</a>.</p>
<p style="text-align: justify">Simak terus <a href="http://www.keperawatan.net">http://www.keperawatan.net</a>,  dan kita akan berbagi tentang bagaimana memulai menjadi <strong>Nursepreneur </strong>(perawat pengusaha).</p>
<p style="text-align: justify">Hidup perawat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.keperawatan.net/nursepreneur-jalan-tepat-atasi-masalah-kesejahteraan-perawat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
