Wednesday, March 10, 2010

Demo RUU Keperawatan: Suara Hati ILMIKI Jogjakarta

August 11, 2009 by admin · 4 Comments 

Sebuah berita yang sangat menarik terkait dengan RUU Keperawatan yang sampai saat ini masih belum ditemukan ujung pangkalnya. Semoga ini menjadi salah satu batu loncatan untuk perawat untuk segera merasakan indahnya mengabdi dalam payung hukum yang jelas. Berita ini berasal dari teman-teman ILMIKI Jogjakarta yang dicuplik dari harian Jawa Pos. Satu kalimat yang pantas kita sematkan untuk teman-teman ILMIKI Jogjakarta tersebut, yaitu: Perjuangan kalian tidak akan sia-sia! Itu pasti!

Puluhan orang berbaju putih-putih melakukan aksi tutup mulut di perempatan Kantor Pos Besar Jogja, Senin, 10 Agustus kemarin. Sedikitnya 70 orang menutup mulut mereka dengan lakban.

Mereka adalah anggota Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia (ILMIKI) DIJ yang menuntut pengesahan RUU Keperawatan yang terkesan diabaikan. Kemarin adalah aksi kedua selama setengah tahun terakhir.

Sebelumnya, pada Hari Perawat Internasional 12 Mei lalu, mereka juga menggelar aksi yang sama dan beraudiensi dengan DPRD DIJ. Mereka terdiri atas sembilan institusi perguruan tinggi keperawatan D-3/S-1 se-DIJ, antara lain, UGM, UMY, Universitas Respati, Stikes Aisyiyah, Stikes Bethesda, Akper Karya Husada, Stikes Surya Global, Stikes A. Yani, dan Akper Karya Bhakti Husada.

Aksi kedua itu dilakukan kembali untuk mendesak legislator periode sekarang segera mengesahkan RUU tersebut. ILMIKI khawatir, RUU Keperawatan terabaikan karena pergantian anggota dewan. ”Kebutuhan akan UU Keperawatan menjadi harga mati bagi profesi keperawatan dan harus disahkan paling lambat sebelum anggota DPR RI dipurnatugaskan September 2009,” kata Yurman dari Universitas Respati dalam orasinya.

Pertimbangan lain yang juga sangat penĀ­ting dalam tuntutan itu, lanjutnya, karena ASEAN Mutual Recognition Arrangement (MRA) segera disahkan pada Januari 2010. Dengan MRA, tenaga perawat dari luar negeri bebas berpraktik di Indonesia.

Yang mereka khawatirkan, selama ini perawat Indonesia belum memiliki payung hukum saat berpraktik. Dengan demikian, bukan tak mungkin kedudukan mereka sebagai tenaga medis akan digeser tenaga-tenaga perawat asing.

Comments

4 Responses to “Demo RUU Keperawatan: Suara Hati ILMIKI Jogjakarta”
  1. andy setiawan says:

    teruslah berjuang
    nasip kita haruslah di perjuangkan

  2. Andi says:

    setuju…!!!

  3. rhizdwan says:

    teruss berjuang tpi pake otak jangan demo kaya orang bodo aja yang gak punya otakk..
    ni no aq law mau protess 085722622601..

Trackbacks

Check out what others are saying about this post...
  1. [...] Beberapa waktu yang lalu (10/8), teman-teman dari ILMIKI Jogjakarta mengadakan demo kedua (yang pertama pada tanggal 12 Mei 2009) dengan tuntutan yang sama yaitu pengesahan RUU Keperawatan. Demo ini diharapkan bisa segera menyadarkan para elit politik untuk paling tidak ‘menoleh’ pada RUU Keperawatan yang sejak lama mengambang. Berita selengkapnya bisa diakses di keperawatan.net [...]



Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!